Operasi hitung campuran merupakan salah satu materi fundamental dalam matematika yang seringkali menjadi batu loncatan bagi siswa untuk memahami konsep matematika yang lebih kompleks di jenjang selanjutnya. Bagi siswa kelas 4 SD, penguasaan operasi hitung campuran menjadi krusial. Materi ini tidak hanya menguji kemampuan menghitung, tetapi juga kemampuan berpikir logis dan memahami urutan pengerjaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai operasi hitung campuran, pentingnya latihan soal, serta menyediakan berbagai variasi soal yang dapat membantu siswa kelas 4 SD menguasainya dengan baik.
Apa Itu Operasi Hitung Campuran?
Operasi hitung campuran adalah soal matematika yang melibatkan lebih dari satu jenis operasi hitung dalam satu rangkaian soal. Jenis operasi hitung yang umum ditemui adalah penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), dan pembagian (:). Kadang-kadang, soal operasi hitung campuran juga bisa melibatkan tanda kurung ( ).
Mengapa Operasi Hitung Campuran Penting untuk Kelas 4 SD?
Di kelas 4 SD, siswa mulai diperkenalkan pada berbagai jenis operasi hitung. Menggabungkan operasi-operasi ini dalam satu soal mengajarkan beberapa hal penting:

- Pemahaman Urutan Pengerjaan (Hierarki Operasi): Ini adalah konsep terpenting dalam operasi hitung campuran. Tanpa aturan yang jelas, hasil perhitungan bisa berbeda-beda. Siswa belajar bahwa perkalian dan pembagian memiliki prioritas lebih tinggi daripada penjumlahan dan pengurangan. Jika ada tanda kurung, operasi di dalam kurung harus dikerjakan terlebih dahulu.
- Kemampuan Berpikir Logis dan Sistematis: Menyelesaikan soal operasi hitung campuran membutuhkan ketelitian dan kemampuan memecah masalah menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Siswa belajar untuk tidak terburu-buru dan mengikuti aturan yang ada.
- Fondasi Matematika yang Kuat: Penguasaan operasi hitung campuran menjadi dasar untuk mempelajari konsep matematika yang lebih maju, seperti aljabar, pecahan campuran, dan desimal.
- Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari: Banyak situasi dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan kombinasi operasi hitung. Misalnya, menghitung total belanjaan yang terdiri dari beberapa barang yang dibeli lebih dari satu buah.
Aturan Urutan Pengerjaan Operasi Hitung Campuran (Konsep Kunci!)
Agar tidak terjadi kekeliruan, ada urutan pengerjaan yang harus diikuti. Aturan ini sering disingkat dengan singkatan "KABATAKU" atau "PEMDAS/BODMAS" (dalam bahasa Inggris, namun konsepnya sama):
- Kurung ( ): Operasi yang berada di dalam tanda kurung harus dikerjakan terlebih dahulu.
- Perkalian (x) dan Pembagian (:): Setelah tanda kurung, operasi perkalian dan pembagian dikerjakan. Jika ada keduanya dalam satu baris, kerjakan dari kiri ke kanan.
- Penjumlahan (+) dan Pengurangan (-): Terakhir, operasi penjumlahan dan pengurangan dikerjakan. Jika ada keduanya dalam satu baris, kerjakan dari kiri ke kanan.
Mari kita contohkan dengan sebuah soal:
Contoh Soal: 10 + 5 x 2 = ?
Jika kita langsung mengerjakan dari kiri ke kanan tanpa aturan, hasilnya adalah (10 + 5) x 2 = 15 x 2 = 30.
Namun, dengan aturan KABATAKU:
- Cek tanda kurung: Tidak ada.
- Cek perkalian dan pembagian: Ada perkalian 5 x 2. Kerjakan ini dulu.
5 x 2 = 10 - Ganti soal dengan hasil perkalian: 10 + 10
- Cek penjumlahan dan pengurangan: Ada penjumlahan 10 + 10.
10 + 10 = 20
Jadi, hasil yang benar adalah 20.
Pentingnya Latihan Soal yang Bervariasi
Kunci utama untuk menguasai operasi hitung campuran adalah latihan yang konsisten dan bervariasi. Siswa perlu terpapar pada berbagai jenis soal agar terbiasa dan tidak hanya terpaku pada satu pola. Latihan soal yang bervariasi akan membantu siswa untuk:
- Memperkuat pemahaman konsep: Setiap jenis soal yang berbeda akan menyoroti aspek tertentu dari aturan urutan pengerjaan.
- Meningkatkan kecepatan dan ketepatan: Semakin sering berlatih, semakin cepat dan akurat siswa dalam menyelesaikan soal.
- Membangun kepercayaan diri: Keberhasilan dalam menyelesaikan berbagai jenis soal akan meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam menghadapi soal matematika.
- Mengidentifikasi kelemahan: Dengan berlatih berbagai soal, siswa dan guru dapat mengidentifikasi area mana yang masih perlu ditingkatkan.
Strategi Belajar Efektif untuk Operasi Hitung Campuran
Sebelum kita masuk ke contoh soal, berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Pahami Aturan KABATAKU: Pastikan siswa benar-benar hafal dan paham urutan pengerjaan. Gunakan singkatan ini sebagai pengingat.
- Kerjakan Langkah demi Langkah: Dorong siswa untuk menuliskan setiap langkah pengerjaan. Ini membantu mereka melacak proses berpikir dan memudahkan guru untuk mengidentifikasi kesalahan jika ada.
- Gunakan Warna: Siswa bisa menggunakan spidol warna yang berbeda untuk menandai operasi yang akan dikerjakan terlebih dahulu (misalnya, lingkari perkalian/pembagian dengan warna merah, lalu lingkaran penjumlahan/pengurangan dengan warna biru).
- Mulai dari yang Sederhana: Mulai latihan dengan soal yang hanya melibatkan dua jenis operasi, lalu perlahan tingkatkan kompleksitasnya hingga melibatkan tiga atau empat jenis operasi dan tanda kurung.
- Bermain Peran/Diskusi: Jika memungkinkan, ajak siswa berdiskusi dengan teman sebangku atau guru untuk membahas cara penyelesaian soal yang sulit.
- Variasi Soal: Jangan terpaku pada satu buku latihan. Cari sumber soal dari berbagai buku, internet, atau buatlah sendiri.
Ragam Soal Latihan Operasi Hitung Campuran Kelas 4 SD
Mari kita mulai dengan berbagai jenis soal, mulai dari yang paling dasar hingga yang sedikit lebih menantang.
Tipe 1: Tanpa Tanda Kurung (Fokus pada Perkalian/Pembagian vs. Penjumlahan/Pengurangan)
Pada tipe ini, siswa harus fokus pada aturan bahwa perkalian dan pembagian dikerjakan sebelum penjumlahan dan pengurangan.
-
15 + 8 x 3 = ?
- Pengerjaan: 8 x 3 = 24. Kemudian, 15 + 24 = 39.
- Jawaban: 39
-
25 – 12 : 3 = ?
- Pengerjaan: 12 : 3 = 4. Kemudian, 25 – 4 = 21.
- Jawaban: 21
-
7 x 6 + 10 = ?
- Pengerjaan: 7 x 6 = 42. Kemudian, 42 + 10 = 52.
- Jawaban: 52
-
30 : 5 + 12 = ?
- Pengerjaan: 30 : 5 = 6. Kemudian, 6 + 12 = 18.
- Jawaban: 18
-
50 – 4 x 5 = ?
- Pengerjaan: 4 x 5 = 20. Kemudian, 50 – 20 = 30.
- Jawaban: 30
-
18 + 2 x 7 – 5 = ?
- Pengerjaan: 2 x 7 = 14. Soal menjadi 18 + 14 – 5.
- Pengerjaan selanjutnya (dari kiri ke kanan): 18 + 14 = 32. Soal menjadi 32 – 5.
- Terakhir: 32 – 5 = 27.
- Jawaban: 27
-
40 : 10 + 15 x 2 = ?
- Pengerjaan: 40 : 10 = 4. Soal menjadi 4 + 15 x 2.
- Pengerjaan selanjutnya: 15 x 2 = 30. Soal menjadi 4 + 30.
- Terakhir: 4 + 30 = 34.
- Jawaban: 34
Tipe 2: Melibatkan Tanda Kurung (Prioritas Utama)
Pada tipe ini, siswa harus mengerjakan operasi di dalam tanda kurung terlebih dahulu, baru kemudian melanjutkan dengan operasi lainnya sesuai aturan KABATAKU.
-
(10 + 5) x 3 = ?
- Pengerjaan: (10 + 5) = 15. Soal menjadi 15 x 3.
- Terakhir: 15 x 3 = 45.
- Jawaban: 45
-
(20 – 8) : 4 = ?
- Pengerjaan: (20 – 8) = 12. Soal menjadi 12 : 4.
- Terakhir: 12 : 4 = 3.
- Jawaban: 3
-
100 : (15 + 5) = ?
- Pengerjaan: (15 + 5) = 20. Soal menjadi 100 : 20.
- Terakhir: 100 : 20 = 5.
- Jawaban: 5
-
5 x (12 – 4) = ?
- Pengerjaan: (12 – 4) = 8. Soal menjadi 5 x 8.
- Terakhir: 5 x 8 = 40.
- Jawaban: 40
-
50 + (6 x 4) = ?
- Pengerjaan: (6 x 4) = 24. Soal menjadi 50 + 24.
- Terakhir: 50 + 24 = 74.
- Jawaban: 74
-
(8 + 12) : 5 x 3 = ?
- Pengerjaan: (8 + 12) = 20. Soal menjadi 20 : 5 x 3.
- Pengerjaan selanjutnya (dari kiri ke kanan, pembagian dulu): 20 : 5 = 4. Soal menjadi 4 x 3.
- Terakhir: 4 x 3 = 12.
- Jawaban: 12
-
6 x (10 – 4) + 5 = ?
- Pengerjaan: (10 – 4) = 6. Soal menjadi 6 x 6 + 5.
- Pengerjaan selanjutnya (perkalian dulu): 6 x 6 = 36. Soal menjadi 36 + 5.
- Terakhir: 36 + 5 = 41.
- Jawaban: 41
-
7 + (15 : 3) x 2 = ?
- Pengerjaan: (15 : 3) = 5. Soal menjadi 7 + 5 x 2.
- Pengerjaan selanjutnya (perkalian dulu): 5 x 2 = 10. Soal menjadi 7 + 10.
- Terakhir: 7 + 10 = 17.
- Jawaban: 17
Tipe 3: Kombinasi Tiga Jenis Operasi dan Tanda Kurung (Lebih Menantang)
Soal-soal ini menggabungkan lebih banyak elemen dan membutuhkan pemahaman aturan yang lebih kuat.
-
20 + (3 x 5) – 7 = ?
- Pengerjaan: (3 x 5) = 15. Soal menjadi 20 + 15 – 7.
- Pengerjaan selanjutnya (dari kiri ke kanan): 20 + 15 = 35. Soal menjadi 35 – 7.
- Terakhir: 35 – 7 = 28.
- Jawaban: 28
-
50 – (10 : 2) x 4 = ?
- Pengerjaan: (10 : 2) = 5. Soal menjadi 50 – 5 x 4.
- Pengerjaan selanjutnya (perkalian dulu): 5 x 4 = 20. Soal menjadi 50 – 20.
- Terakhir: 50 – 20 = 30.
- Jawaban: 30
-
10 x (8 – 3) + 15 : 5 = ?
- Pengerjaan: (8 – 3) = 5. Soal menjadi 10 x 5 + 15 : 5.
- Pengerjaan selanjutnya (perkalian dan pembagian dari kiri ke kanan): 10 x 5 = 50. Soal menjadi 50 + 15 : 5.
- Pengerjaan selanjutnya: 15 : 5 = 3. Soal menjadi 50 + 3.
- Terakhir: 50 + 3 = 53.
- Jawaban: 53
-
(45 + 15) : 6 + 10 x 2 = ?
- Pengerjaan: (45 + 15) = 60. Soal menjadi 60 : 6 + 10 x 2.
- Pengerjaan selanjutnya (pembagian dan perkalian dari kiri ke kanan): 60 : 6 = 10. Soal menjadi 10 + 10 x 2.
- Pengerjaan selanjutnya: 10 x 2 = 20. Soal menjadi 10 + 20.
- Terakhir: 10 + 20 = 30.
- Jawaban: 30
-
9 x (5 + 4) – (18 : 3) = ?
- Pengerjaan: (5 + 4) = 9. Soal menjadi 9 x 9 – (18 : 3).
- Pengerjaan selanjutnya: (18 : 3) = 6. Soal menjadi 9 x 9 – 6.
- Pengerjaan selanjutnya (perkalian dulu): 9 x 9 = 81. Soal menjadi 81 – 6.
- Terakhir: 81 – 6 = 75.
- Jawaban: 75
Tipe 4: Soal Cerita (Aplikasi dalam Konteks)
Soal cerita menguji pemahaman siswa dalam menerjemahkan situasi sehari-hari ke dalam bentuk operasi hitung campuran.
-
Ibu membeli 3 kg apel dengan harga Rp 15.000 per kg. Ibu juga membeli 2 kg jeruk dengan harga Rp 10.000 per kg. Berapa total belanjaan Ibu?
- Langkah 1: Hitung total harga apel: 3 kg x Rp 15.000/kg = Rp 45.000
- Langkah 2: Hitung total harga jeruk: 2 kg x Rp 10.000/kg = Rp 20.000
- Langkah 3: Jumlahkan total belanjaan: Rp 45.000 + Rp 20.000 = Rp 65.000
- Bentuk operasi hitung campuran: (3 x 15.000) + (2 x 10.000) = 45.000 + 20.000 = 65.000
- Jawaban: Rp 65.000
-
Pak Budi memiliki 4 kantong kelereng. Setiap kantong berisi 25 kelereng. Sebanyak 30 kelereng diberikan kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Pak Budi?
- Langkah 1: Hitung total kelereng awal: 4 kantong x 25 kelereng/kantong = 100 kelereng
- Langkah 2: Kurangi dengan kelereng yang diberikan: 100 kelereng – 30 kelereng = 70 kelereng
- Bentuk operasi hitung campuran: (4 x 25) – 30 = 100 – 30 = 70
- Jawaban: 70 kelereng
-
Dalam sebuah perlombaan, tim A mendapatkan 50 poin. Tim B mendapatkan 3 kali lipat dari tim A, tetapi kemudian dikurangi 20 poin karena pelanggaran. Berapa total poin tim B?
- Langkah 1: Hitung poin tim B sebelum dikurangi: 3 x 50 poin = 150 poin
- Langkah 2: Kurangi dengan poin pelanggaran: 150 poin – 20 poin = 130 poin
- Bentuk operasi hitung campuran: (3 x 50) – 20 = 150 – 20 = 130
- Jawaban: 130 poin
-
Sekolah memiliki 12 kelas. Setiap kelas memiliki 30 siswa. Jika 5 siswa dari setiap kelas mengikuti ekskul renang, berapa total siswa yang tidak mengikuti ekskul renang?
- Langkah 1: Hitung total siswa seluruhnya: 12 kelas x 30 siswa/kelas = 360 siswa
- Langkah 2: Hitung total siswa yang mengikuti ekskul renang: 12 kelas x 5 siswa/kelas = 60 siswa
- Langkah 3: Kurangi total siswa dengan yang ikut ekskul: 360 siswa – 60 siswa = 300 siswa
- Bentuk operasi hitung campuran: (12 x 30) – (12 x 5) = 360 – 60 = 300
- Jawaban: 300 siswa
-
Paman membeli 5 kotak donat. Setiap kotak berisi 12 donat. Sebanyak 2 donat dari setiap kotak diberikan kepada tetangga. Berapa sisa donat Paman?
- Langkah 1: Hitung total donat awal: 5 kotak x 12 donat/kotak = 60 donat
- Langkah 2: Hitung total donat yang diberikan: 5 kotak x 2 donat/kotak = 10 donat
- Langkah 3: Kurangi total donat awal dengan yang diberikan: 60 donat – 10 donat = 50 donat
- Bentuk operasi hitung campuran: (5 x 12) – (5 x 2) = 60 – 10 = 50
- Jawaban: 50 donat
Penutup
Menguasai operasi hitung campuran membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan latihan yang konsisten. Dengan memahami aturan urutan pengerjaan (KABATAKU) dan berlatih berbagai jenis soal seperti yang telah disajikan di atas, siswa kelas 4 SD akan semakin percaya diri dan mahir dalam menyelesaikan soal-soal matematika yang melibatkan kombinasi operasi hitung. Ingatlah bahwa setiap langkah pengerjaan itu penting, dan kesalahan kecil pun bisa berakibat pada hasil akhir yang berbeda. Selamat berlatih!